Indonesian English

 

Workshop ini dibuka oleh Sekretaris Utama BSN Dr. Puji Winarni dan dihadiri sekitar 100 peserta dari industri penerap, stakeholder, akademisi, dan pemerintah daerah. Puji dalam pemaparannya menyampaikan salah satu tujuan Peraturan Presiden No. 59 tahun 2017 butir  ke 12 sasaran nasional RPJM 2015-2019 yaitu: Meningkatnya jumlah perusahaan yangmenerapkan sertifikasi SNIISO 14001 (Sistem Manajemen Lingkungan/SML) hingga tahun 2019.

Puji menambahkan peran akreditasi dalam sertifikasi ISO 14001 adalah memberikan jaminan kompetensi dan pengakuan di tingkat internasional. Oleh sebab itu, melalui workshop diharapkan memberikan pemahaman kepada para peserta tentang standar SNI ISO 14001:2015 dan juga manfaat yang diperoleh serta peranan akreditasi dalam proses pengakuan terhadap sertifikasi SNI ISO 14001.

 

Pada diskusi panel yang pertama, Hari Murti (selaku Kasubbid Penerapan Standar Pengelolaan, KLHK) menyampaikanSustainable Development Goals (SDGs) target 12.6, pemerintah mendorong organisasi untuk menerapkan SNI ISO 14001. Walaupun ada perbedaan antara Proper dan Sistem Manajemen Lingkungan adalah target penataan, namun dengan menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan berdasarkan SNI ISO 14001 menjadi tools untuk mencapai Proper tersebut.

 

Sedangkan Rustiawan Anis dalam pemaparannya menyampaikan perbedaan antara standar ISO 14001:2005 dengan ISO 14001:2015, titik berat dari perubahan tersebut adalah pada klausul 6 (planning) dan klausul 8 (operasional). Standar ISO 14001:2015 ini lebih menekankan kepada intended result yang ingin dicapai dari masing-masing organisasi.

Panelis kedua Riza Deliansyah dari Astra International sebagai model penerap ISO 14001 menyampaikan alasan mendukung untuk menerapkan implementasi ISO 14001 di Group Astra Internasional antara lain dorongan dari pelanggan, mengikuti tren pasar dan mencipatkan niche market untuk memenangkan persaingan bisnis. Riza menambahkan keuntungan dalam penerapan ISO 14001 adalah kepuasan pelanggan, pencegahan polusi, image perusahaan yang menjadi lebih baik dan manajemen yang lebih baik. Selanjutnya bagaimana tata cara akreditasi dan sertifikasi disamjpaikan oleh Triningsih  Herlinawati  Kepala Bidang Akreditasi Lingkungan PALS.  Saat ini ada 20 Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Lingkungan yang telah diakreditasi oleh KAN. LSSML yang telah diakreditasi oleh KAN diakui juga ditingkat Internasional, mengingat KAN mewakili Indonesia dalam forum kerjasama internasional antar badan akreditasi, yaitu International Accreditation Forum (IAF), Pacific Accreditation Cooperation (PAC). Fokus kerjasama yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut adalah perjanjian saling pengakuan atas hasil-hasil sertifikasi, pengujian, inspeksi, dll. Dengan adanya penandatangan MLA atau MRA tersebut, anggota badan akreditasi akansaling mengakui satu sama lain atas sertifikat dan laporan yang diterbitkan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian yang terakreditasi.