Indonesian English

Setelah 20 tahun memperoleh pengakuan internasional di bidang sistem akreditasi laboratorium dan lembaga inspeksi dari Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan pengakuan internasional di bidang sistem akreditasi lembaga sertifikasi dari Pacific Accreditation Cooperation (PAC) yang sejak 1 Januari 2019 bergabung dalam organisasi Asia Pacific Accreditation Cooperation (APAC), Komite Akreditasi Nasional (KAN) dinyatakantelah berhasil melakukan trasnsisi dari ISO/IEC 17011:2004 ke ISO/IEC 17011:2017. Secara rinci pengakuan yang diperoleh dari APAC adalah untuk (1) laboratorium penguji, (2) laboratorium kalibrasi, (3) lembaga inspeksi dan (4) laboratorium klinik serta penambahan lingkup pengakuan untuk (5) penyelenggara uji profisiensi. Sedangkan  perpanjangan pengakuan internasional yang diperoleh dari PAC adalah untuk (1) lembaga sertifikasi sistem manajamen mutu, (2) lembaga sertifikasi sistem manajemen lingkungan, (3) lembaga sertifikasi produk, (4) lembaga sertifikasi sistem manajemen keamanan pangan, (5) lembaga sertifikasi person dan (6) lembaga sertifikasi sistem manajemen keaman informasi.

Pengakuan MRA APAC tersebut diperoleh melalui desk evaluation yang dilakukan  sejak 29 Januari 2020 s.d. 14 April 2020. Dengan pengakuan ini, KAN dapat terus mengkonfirmasi kegiatan penilaian kesesuaiannya secara nasional maupun internasional, sehingga dapat memfasilitasi proses Perdagangan bebas "diuji / diperiksa / disertifikasi sekali, diterima di mana saja" yang merupakan tujuan dari MRA APAC.

Setiap penanda tangan APAC MRA telah menunjukkan kesesuaian dengan standar internasional, ISO / IEC 17011:2017 melalui evaluasi terhadap setiap penanda tangan APAC MRA dalam interval maksimum 4 tahun oleh tim evaluator sejawat APAC.

APAC merupakan organisasi kerjasama badan akreditasi Asia Pasifik yang merupakan hasil penggabungan Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan Pacific Accreditation Cooperation (PAC) yang mulai beroperasi sejak 1 Januari 2019. APAC merupakan salah satu Specialist Regional Body (SRB) di kawasan Asia Pasifik, yang dibentuk atas rekomendasi dari organisasi Asia Pacific Economic Cooperation (APEC), sebagai organisasi kerjasama badan akreditasi yang berfungsi memastikan kompetensi laboratorium, lembaga sertifikasi dan lembaga inspeksi untuk digunakan dalam fasilitasi perdagangan.

Pengakuan yang telah diperoleh oleh Komite Akreditasi Nasional, diharapkan dapat bermandaat bagi Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing serta seluruh stakeholder yang terkait, tidak hanya untuk  memfasilitasi ekspor produk unggulan Indonesia ke pasar global tapi juga untuk pengamanan pasar domestik serta perlindungan konsumen dalam negeri (Tim KAN).

 

Berita

Diskusi Daring KAN - LSSMAP : Isu Penerapan dan Sertifikasi SMAP di BUMN

Jumat (4/09/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengadakan pertemuan secara online dengan  Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (LSSMAP) terakreditasi KAN, dalam rangka berkonsolidasi serta menyamakan persepsi dalam mendukung efektifitas penerapan sertifikasi SMAP (SNI ISO 37001).  Saat ini perhatian pemerintah dalam upaya mengurangi atau mencegah korupsi/penyuapan adalah mendorong sertifikasi SMAP dilingkungan BUMN. Sesuai dengan surat edaran kementerian BUMN No S-35/MBU/01/2020 tentang Implementasi Sistem Manajemen Anti Suap di BUMN, dimana diwajibkan bagi perusahaan milik negara. Seiring dengan kebutuhan penerapan sertifikasi SNI ISO 37001 yang meningkat, namun KAN tetap harus menjaga agar proses sertifikasi yang dilakukan oleh LS SMAP terakreditasi KAN harus kredibel, kompeten dan impartial.

Read more ...
FGD Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SMBL)

Kamis (15/06/2020), Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Skema Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium (SNI ISO 35001:2019) melalui media daring. FGD ini menghadirkan para narasumber yaitu Bambang Prasetya (Peneliti Ahli Utama, Pusrisbang SDM BSN/ Ketua Komite Biosafety Produk GMO), Donny Purnomo (Direktur Sistem dan Harmonisasi Akreditasi BSN) dan Triningsih Herlinawati (Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi BSN). FGD ini dibuka dengan sambutan oleh Puji Winarni (Plt. Deputi Akreditasi BSN/ Plt. Sekjen KAN).

Read more ...
Perubahan Kebijakan Akreditasi di Masa Pandemi Covid-19 Mendukung Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pada Kamis (9/7/2020) telah dilaksanakan Sosialisasi Perubahan Kebijakan Komite Akreditasi Nasional terkait Antisipasi Dampak Pandemi Covid-19. Acara diselenggarakan melalui webinar dan streaming Youtube. Sosialisasi ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada Lembaga Inspeksi (LI), Lembaga Sertifikasi (LS), serta Lembaga Verifikasi dan Validasi (LVV) mengenai kebijakan KAN No 007/KAN/06/2020 yang merupakan perubahan dari kebijakan KAN No 003/KAN/04/2020 yang ditetapkan tanggal 15 April 2020.

Read more ...
Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.