Indonesian English

Kabupaten Sidoarjo - Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) merupakan sitem pelacakan yang disusun secara multistakeholder untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia. Dengan adanya bukti Sertifikat Legalitas Kayu (SLK), industri berbahan kayu memiliki jaminan kuat atas legalitas sumber bahan baku kayunya. Hal ini tentu membantu para pelaku usaha untuk memperlancar usahanya, khususnya saat melakukan ekspor ke mancanegara.



Penerapan SVLK merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memerangi pembalakan liar dan perdagangan kayu ilegal serta menjadi jawaban atas permintaan jaminan legalitas kayu dalam bentuk sertifikasi dari pasar internasional, khususnya dari Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang dan Australia. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya, saat melakukan kunjungan kerja ke CV. Bahari Mitra Surya (BMS), salah satu industri penerap SVLK di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (3/12/2019). “Untuk masuk penetrasi pasar ekspor, salah satunya dibantu dengan sertifikasi. Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai lembaga non-struktural BSN mendukung Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI untuk skema SVLK dan telah dijadikan role model dalam pengembangan skema akreditasi dan sertifikasi lainnya, seperti sawit”, ujar Bambang. Dalam kesempatan ini, Bambang didampingi oleh Direktur Akreditasi Lembaga Inspeksi dan Lembaga Sertifikasi, Triningsih Herlinawati; Personil Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Surabaya, Yuniar Wahyudi dan tim; serta Kepala PT Sucofindo Cabang Surabaya, Supriyanto dan tim.



CV BMS merupakan pemegang Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Industri (TDI) yang memproduksi lebih dari 1000 macam mebel yang dieskpor ke mancanegara, bahkan sampai benua Eropa. Jenis kayu yang digunakan berasal dari Pulau Jawa (Surabaya, Pasuruan, Probolinggo), seperti mindi, mahoni, dan lainnya. Direktur Utama CV BMS, D. Arfan, menyatakan bahwa ia merasakan betul manfaat penerapan SVLK dalam kegiatan ekspor produk kayu Indonesia ke mancanegara. Ia merasa yakin bahwa bahan baku kayu bertanda v-legal yang ia peroleh memang legal. "Dengan adanya SVLK, tercipta sistem atau tata cara pembukuan kayu yang benar. Kami dapat menganalisa tingkat kewajaran pemakaian kayu dalam 1 kontainer. Hal ini sangat berbeda dengan sebelum adanya SVLK”, ujarnya. Setelah memiliki SLK, Arfan hanya perlu mempersiapkan dokumen seperti V-legal, Certificate of Origin (CoO), dan sertifikat fumigasi untuk persyaratan ekspor.


CV BMS hanyalah satu dari sekian banyak industri perajin kayu yang telah memperoleh SLK. Hal ini menunjukkan bahwa industri mebel di wilayah Jawa Timur masih patuh terhadap aturan terkait dengan SVLK. (AH-AP)

Berita

Pendaftaran Pelatihan Asesor Laboratorium Pengujian KAN

Dalam rangka pengembangan sumber daya asesor KAN yang kompeten, KAN membuka kesempatan bagi yang berminat dan berkecimpung di bidang pengujian dan standar, untuk mengikuti pelatihan asesor laboratorium penguji.

Read more ...
Pengenalan Publikasi Internasional Baru Mengenai Persyaratan Kompetensi Lembaga Validasi dan Verifikasi, ISO/IEC 17029:2019

Menghadapi tantangan yang semakin meningkat, Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) perlu untuk terus mengikuti perkembangan standar internasional. Organisasi Standar Internasional (ISO) telah menetapkan suatu standar baru yaitu ISO/IEC 17029:2019 Conformity assessment — General principles and requirements for validation and verification bodies atau persyaratan kompetensi lembaga validasi dan verifikasi. 

Read more ...
Sertifikat Legalitas Kayu Perlancar Ekspor ke Mancanegara

Kabupaten Sidoarjo - Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) merupakan sitem pelacakan yang disusun secara multistakeholder untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia. Dengan adanya bukti Sertifikat Legalitas Kayu (SLK), industri berbahan kayu memiliki jaminan kuat atas legalitas sumber bahan baku kayunya. Hal ini tentu membantu para pelaku usaha untuk memperlancar usahanya, khususnya saat melakukan ekspor ke mancanegara.

Read more ...
KAN Peroleh Pengakuan Internasional ILAC Skema Akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi

Komite Akreditasi Nasional (KAN) mendapatkan pengakuan Internasional Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) untuk skema akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi berdasarkan ISO/IEC 17043  (telah diadopsi menjadi SNI ISO/IEC 17043) pada tanggal 3 Oktober 2019. Skema saling pengakuan di bidang akreditasi Penyelenggara Uji Profisiensi ILAC merupakan lingkup baru dalam ILAC MRA (Mutual Recognition Arrangement), yang dilaksanakan melalui evaluasi oleh Organisasi Kerjasama Akreditasi Regional. KAN telah memperoleh pengakuan di tingkat regional melalui Asia Pasific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC)  pada bulan Juni 2017.

Read more ...
Press Release IQE 2019 (Bulan Mutu Nasional)

 

Pembangunan sumber daya manusia yang unggul merupakan kunci dari kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan diharapkan mampu menjawab kebutuhan terciptanya sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan dimasa kini dan masa mendatang.

Read more ...
Sidang ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality Working Group 2 (ACCSQ WG 2) yang ke-37

Indonesia kembali menjadi tuan rumah sidang ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality Working Group 2 (ACCSQ WG 2) yang ke-37. Sidang yang berlangsung selama 3 hari pada tanggal 11-13 September 2019 di Yogyakarta tersebut didahului dengan Workshop tentang pertanian organik. Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 9-10 September 2019 ini bertujuan untuk pengembangan skema sertifikasi pertanian organik. Sidang ACCSQ WG 2 ke 37 diawali dengan sambutan dari Kepala Badan Standardisasi Nasional, Prof. Dr. Bambang Prasetya. Dalam kesempatan itu Ia menyampaikan latar belakang dibentuknya ACCSQ WG2 yaitu bertujuan untuk mengembangkan kebijakan dan pedoman yang selaras di bidang akreditasi dan penilaian kesesuaian serta memperkuat infrastruktur mutu dari negara-negara anggota ASEAN. Disamping itu, beliau juga menyampaikan bahwa ACCSQ juga telah meminta WG (Working Group) dan PWG (Product Working Group) untuk melanjutkan studi mengenai kota pintar (smart city) dan Revolusi Industri 4.0 yang telah ditetapkan sebagai prioritas baru di ASEAN selain percepatan integrasi 11 sektor prioritas yang telah disepakati sebelumnya dalam perjanjian kerangka kerja oleh para pemimpin ASEAN.

Read more ...
Refreshing Course Asesor Laboratorium Kalibrasi SNI ISO/IEC 17025:2017 Tahun 2019

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan acara refreshing course asesor laboratorium kalibrasi, pada Selasa (03/09/2019) di Jakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh 50 orang asesor laboratorium kalibrasi ini dilaksanakan dalam rangka merumuskan pedoman pelaksanaan asesmen bagi asesor maupun laboratorium kalibrasi untuk pengukuran kalibrasi alat survei dan temperature enclosure.

Read more ...
Penjelasan Kebijakan Transisi Dokumen

Dalam rangka implementasi KAN U-01 - Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) dan menindaklanjuti Surat Sekretaris Jenderal KAN Nomor 432/KAN/SEKJEN-SHA/01/19 perihal Perubahan Syarat dan Aturan Akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuaian, dengan ini disampaikan Surat Penjelasan Kebijakan Transisi Dokumen:

Read more ...
Akreditasi Tingkatkan Daya Saing Bangsa dalam Rantai Pasok Global

Pentingnya peran akreditasi dalam rantai pasok perdagangan, menjadi tema yang diangkat dalam peringatan Hari Akreditasi Dunia (World Accreditation Day), yang jatuh setiap tanggal 9 Juni. Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN), menyelenggarakan kegiatan Temu Nasional Pemangku Kepentingan Bidang Akreditasi dalam rangka peringatan Hari Akreditasi Dunia dengan tema “Accreditation: Adding Value to Supply Chains” pada Selasa (25/6/2019), di Auditorium Gedung BPPT II, Jl. MH. Thamrin No.8 Jakarta Pusat.

Read more ...
Indonesia Menghadiri Sidang Gabungan IAF dan ILAC 2019

 

Sidang IAF-ILAC Mid-Term Meetings 2019 telah diselenggarakan di Hotel Hilton Mexico City Reforma, Mexico City, Mexico tanggal 04-11 April 2019. International Accreditation Forum (IAF) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk lembaga sertifikasi yang beranggotakan 84 badan akreditasi yang berasal dari 73 negara (www.iaf.nu), sedangkan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk laboratorium dan lembaga inspeksi yang beranggotakan 155 badan akreditasi dan organisasi terkait lainnya yang berasal dari 126 negara (www.ilac.org).

Read more ...

Keberterimaan dan Hubungan Kerja Sama

Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.