Indonesian English

Akreditasi KAN Mendukung Penerapan  Monitoring-Reporting-Verification ICAO CORSIA Bagi Operator Penerbangan di Indonesia

 

Kepedulian terhadap pengurangan emisi CO2 di dunia semakin gencar, salah satunya pengurangan emisi CO2 untuk penerbangan internasional yang menjadi salah program International Civil Aviation Organization dalam Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (ICAO CORSIA) yaitu penerapan Monitoring-Reporting-Verification (MRV). MRV akan diberlakukan secara efektif mulai 1 Januari 2019 bagi operator pesawat udara yang melakukan penerbangan internasional, tak terkecuali bagi operator di Indonesia. Demi menjamin keakuratan data dan proses hasil MRV maka perlu dilakukan oleh lembaga verifikasi dan validasi yang kredibel, independen dan kompeten yang diakreditasi oleh  badan yang mempunyai saling pengakuan seperti Pasific Accreditation Cooperation (PAC) / International Accreditation Forum (IAF).

 

 

Dalam Sidang APLAC/PAC Joint Annual Meetings 2018 di Kyoto Jepang yang dilaksanakan pada tanggal 1-9 Juni 2018 dan dihadiri kurang lebih 150 peserta yang mewakili badan-badan akreditasi dari di kawasan Asia Pasifik, salah satu topik utama yang dibahas adalah persyaratan skema akreditasi untuk Lembaga Verifikasi dan Validasi GHG untuk skema ICAO CORSIA serta merumuskan adanya skema pengakuan keberterimaan melalui Multilateral Recognition Arrangement (MLA) PAC/IAF untuk Lembaga Verifikasi dan Validasi GHG dalam memfasilitasi penerapan skema ICAO CORSIA. Delegasi Indonesia yang hadir pada sidang tersebut antara lain Kukuh S Achmad (Deputi Penerapan Standar dan Akreditasi BSN), Donny Purnomo J.E. (Kepala Pusat Akreditasi Laboratorium dan Lembaga Inspeksi BSN) dan Triningsih Herlinawati (Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN).

 

Sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia mendukung program ICAO dalam menurunkan emisi penerbangan internasional terhadap operator di Indonesia yang melakukan penerbangan internasional, maka BSN dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi dengan membentuk Tim Pengembangan Skema Akreditasi  Lembaga Verifikasi & Validasi  (LVV) GHG–ICAO CORSIA sejak bulan Mei 2018. Tim ini berkerja untuk menyiapkan  skema, prosedur, sumberdaya dan kebijakan pendukung dalam penerapan akreditasi dan verifikasi terkait pemberlakuan MRV ICAO CORSIA di Indonesia. Bagi LVV GHG yang ikut berperan serta dalam verifikasi ICAO CORSIA nantinya harus memenuhi persyaratan ISO 14065:2013 Greenhouse gases : Requirements for greenhouse gas validation and verification bodies for use in accreditation, ISO14064-3 – Specification with guidance for the validation and verification of greenhouse gas assertions, ICAO CORSIA Requirements dan persyaratan KAN. Verifikasi ICAO CORSIA terdiri dari 2 elemen yaitu Verification of the emission report includes certified CORSIA sustainable aviation fuel use dan Emission units cancellation report (KAN).

Berita

Indonesia Menghadiri Sidang Gabungan IAF dan ILAC 2019

 

Sidang IAF-ILAC Mid-Term Meetings 2019 telah diselenggarakan di Hotel Hilton Mexico City Reforma, Mexico City, Mexico tanggal 04-11 April 2019. International Accreditation Forum (IAF) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk lembaga sertifikasi yang beranggotakan 84 badan akreditasi yang berasal dari 73 negara (www.iaf.nu), sedangkan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) adalah organisasi internasional di bidang kerjasama badan akreditasi untuk laboratorium dan lembaga inspeksi yang beranggotakan 155 badan akreditasi dan organisasi terkait lainnya yang berasal dari 126 negara (www.ilac.org).

Read more ...
Temu Nasional Lembaga Penilaian Kesesuaian 2019 : Pentingnya peranan LPK dalam meningkatkan daya saing Indonesia

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) menyelenggarakan acara Temu Nasional Lembaga Penilaian Kesesuaian, pada Kamis (28/03/2019), di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan perkembangan terkini di bidang akreditasi, terutama berkaitan dengan adanya perubahan standar internasional yang mengatur pengoperasian badan akreditasi ISO/IEC 17011:2017. Acara dihadiri oleh 1470 LPK yang terdiri atas 1047 laboratorium penguji, 165 laboratorium kalibrasi, 28 laboratorium medik (klinik), 46 lembaga inspeksi, 6 penyelenggara uji profisiensi, dan 178 lembaga sertifikasi.

Read more ...

Keberterimaan dan Hubungan Kerja Sama

Powered by Komite Akreditasi Nasional 2016 - All Rights Reserved.