Program Uji Profisiensi Terintegrasi KAN XVII/ 2014 Program Uji Profisiensi KAN XVII/2014 Proses Sertifikasi Produk. ----- KAN tidak pernah meminta dana/uang yang mengatasnamakan pejabat KAN, Untuk itu LPK dimohon untuk tidak melayani segala jenis permintaan tersebut. ----- Pedoman KAN 403:2011 tentang pedoman penggunaan tanda kesesuaiaan berbasis SNI telah dapat diunduh gratis. ----- World Accreditation Day 2014 : Delivering Convidence oi

KAN-INDONESIA MENANDATANGANI MRA LEMBAGA INSPEKSI DI INTERNASIONAL

29/10/2012
International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC),  melalui sidang General Assembly ke 16 tanggal 25 Oktober 2012 di Rio De Janeiro, Brasil  telah menetapkan  Komite Akreditasi Nasional (KAN) beserta 38 badan akreditasi negara lain di dunia sebagai penandatangan  MRA ILAC untuk akreditasi Lembaga Inspeksi.  Ke 39 badan akreditasi tersebut merupakan anggota ILAC pertama yang menandatangani MRA ILAC dari jumlah anggota ILAC sebanyak 144 lembaga di 109 negara  di seluruh dunia. Baca lanjutannya…

PERTEMUAN TEKNIS PANEL EXPERT SNI ISO/IEC 17043-2010 “PERSYARATAN PROVIDER PROFISIENSI TESTING”, 4-5 OKTOBER 2012 DI GRAND SAHID JAKARTA

05/10/2012


Dalam era perdagangan global, dimana barang semakin leluasa mengalir memasuki batas-batas negara, maka peran laboratorium yang kompeten dengan didukung olehjaminan mutu laboratorium melalui program uji profisiensi adalah sangat penting. Peran tersebut antara lain adalah untuk mendukung kepastian dan efisiensi transaksi,  untuk menjamin persaingan yang sehat dan mendukung penggunaan regulasi teknis oleh negara dalam rangka menjamin keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumen, melindungi lingkungan, serta menjamin kepentingan nasional. Kebutuhan akan kepercayaan secara terus menerus terhadap unjuk kerja laboratorium tidak hanya sangat penting bagi laboratorium dan pelanggannya, akan tetapi juga bagi pihak-pihak yang berkepentingan lainnya, seperti regulator, badan akreditasi, organisasi lainnya serta kostumer yang menetapkan persyaratan mutu bagi laboratorium yang akan digunakan. Baca lanjutannya…

Sidang ACCSQ Working Group 2 on Accreditation And Conformity Assessment Kuala Lumpur – Malaysia, 11 – 12 September 2012

13/09/2012

Untuk mendukung pelaksanaan pasar tunggal ASEAN, ASEAN Consultative Committee on Standards and Quality Working Group 2 (ACCSQ WG 2) mengadakan “Special Meeting on the Development of Rules for the ASEAN Conformity Mark” pada tanggal 11 – 12  September 2012 di Kuala Lumpur – Malaysia. WG 2 mempunyai  peran membantu ACCSQ dalam dalam pengembangan infrastruktur akreditasi dan kesesuaian penilaian teknis dari negara-negara anggota ASEAN sesuai dengan standar internasional yang berlaku dan/atau panduan dalam rangka mencapai pengakuan internasional, mendukung Product Working Groups (PWGs) di bidang penilaian kesesuaian dan penerapan langkah-langkah khusus dalam Roadmaps Integrasi Sektor Prioritas. Baca lanjutannya…

Training Halal Food Certification dalam rangka Pengembangan Sertifikasi Halal di PAC

10/09/2012

Makanan halal adalah makanan yang diijinkan untuk dikonsumsi oleh seorang Muslim sesuai dengan ajaran Agama Islam, definisi ini bertentangan dengan hram, yaitu makanan yang dilarang atau tidak diijinkan untuk dikonsumsi bagi seorang Muslim.

Status halal dari makanan yang didistribusikan di pasar seharusnya mengindikasikan statusnya. Tidaklah sulit untuk mengontrol kehalalan makanan yang dihasilkan di rumah, tetapi bagi produk makanan dari manufaktur tidaklah mudah untuk menetapkan kehalalan produk dikarenakan proses yang kompleks. Perkembangan teknologi memungkinkan produk dibuat dari bahan/material yang dilarang (tidak halal) misalnya dalam komposisi, bahan tambahan pangan, atau pada saat memproses berbagai macam makanan. Konsekuensinya, terdapat beberapa makanan yang bercampur antara bahan/material yang halal dan tidak halal, menyebabkan status halal dari makanan tersebut menjadi tidak jelas (syub’hat, mashbuh). Sehubungan dengan status halal tersebut, seluruh proses makanan dengan status halal tidak boleh meragukan, harus dapat ditelusuri melalui proses sertifikasi halal.

Baca lanjutannya…

PENYERAHAN SERTIFIKAT AKREDITASI KEPADA LABORATORIUM PENGUJI DAN LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK (LSPRO CCQC) DI LINGKUNGAN PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO INDONESIA di JEMBER

05/09/2012

Harga kakao dari sulawesi selatan di eropa dan amerika lebih murah dibandingkan  harga kakao dari Ghana dan Pantai Gading pada tahun 2009, penyebabnya adalah mutu produksi kakao Indonesia lebih rendah dibandingkan mutu kakao dari Ghana dan Pantai Gading. Demikian disampaikan Bapak Dr. Bambang Setiadi pada Seminar Peranan Akreditasi Dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Produk Kakao Dan Kopi disela-sela acara Penyerahan Sertikat Akreditasi kepada Laboratorium Penguji dan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro CCQC) di Lingkungan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, di Jember pada  hari Selasa tanggal 4 September 2012. Baca lanjutannya…

AKREDITASI LABORATORIUM MEDIK BERDASARKAN SNI ISO 15189:2009

14/08/2012

Laboratorium medik merupakan laboratorium untuk pemeriksaan biologi, mikrobiologi, imunologi, kimia, imunoheatologi, hematologi, biofisika, sitologi, patologi atau pemeriksaan bahan lain dari tubuh manusia dengan tujuan memperoleh informasi untuk diagnosis, pencegahan dan pengobatan suatu penyakit, atau penilaian kesehatan manusia dan dapat menyediakan pelayanan konsultasi yang mencakup semua aspek penelitian laboratorium termasuk interpretasi hasil dan saran tentang pemeriksaan lanjutan.

SNI ISO 15189:2009 (Laboratorium medik – persyaratan khusus untuk mutu dan kompetensi) merupakan standar yang berisi persyaratan bagi laboratorium medik untuk menunjukan kompetensinya dalam memberikan pelayanan yang dapat dipercaya.  SNI ISO 15189:2009 merupakan standar berdasarkan ISO/IEC 17025 dan ISO 9001 tapi juga memasukan persyaratan khusus untuk laboratorium medik.  Standar ini berisi kompetensi personel yang terlibat pada pemeriksaan di laboratorium medik, fasilitas beserta peralatan, reagen dan perlengkapan, faktor pra-pemeriksaan, pemeriksaan, pertimbangan jaminan mutu, dan faktor pasca-pemeriksaan. Baca lanjutannya…

ISO/IEC 17020 Edisi Baru

10/08/2012

ISO/IEC 17020 – Conformity assessment — Requirements for the operation of various types of bodies performing inspection telah direvisi. ISO/IEC 17020 adalah standar yang digunakan untuk menilai kompetensi Lembaga Inspeksi. Versi baru ISO / IEC 17020: 2012 diterbitkan oleh ISO pada tanggal  27 Februari 2012 .  Salah satu perubahan penting ISO 17020 adalah lembaga inspeksi disyaratkan harus mengidentifikasi dan mengelola resiko-resiko  terkait  imparsialitas secara terus menerus. Perubahan penting lainnya adalah persyaratan bahwa staf lembaga inspeksi harus memiliki pengetahuan mengenai “value chain” dari barang yang diinspeksi dan penunjukan secara resmi staf yang terlibat dalam kegiatan inspeksi.

KAN akan mengumumkan tatacara transisi pada website KAN pada waktunya dan juga memberitahukan secara langsung kepada lembaga inspeksi yang diakreditasi. Pemberitahuan ini untuk mengantisipasi masa transisi yang akan ditetapkan oleh ILAC. Baca lanjutannya…

10 visitors online now
10 guests, 0 members
Max visitors today: 29 at 02:34 am UTC
This month: 38 at 03-03-2015 03:08 am UTC
This year: 38 at 03-03-2015 03:08 am UTC
All time: 114 at 02-21-2014 05:58 am UTC