Beranda > News > Resolusi IAF Tahun 2016 mendukung Migrasi Sertifikasi OHSAS 18001 ke ISO 45001 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Resolusi IAF Tahun 2016 mendukung Migrasi Sertifikasi OHSAS 18001 ke ISO 45001 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

30/11/2016

Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih relatif tinggi, dan itu dinilai sebagai buntut dari rendahnya kesadaran akan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kalangan industri dan masyarakat. Tingkat keseluruhan dunia, lebih dari 6300 orang meninggal setiap hari karena kecelakaan kerja atau penyakit bahkan mendekati 2.3 juta setiap tahunnya.

Bagi pengusaha maupun ekonomi dunia secara luas, beban karena kecelakaan dan penyakit kerja signifikan merugikan. Untuk itu, ISO sedang mengembangkan standar baru, ISO 45001 Kerja manajemen keselamatan kesehatan dan sistem – Persyaratan, yang akan membantu organisasi mengurangi beban ini dengan menyediakan kerangka kerja untuk meningkatkan keselamatan karyawan, mengurangi risiko kerja dan membuat lebih baik, kondisi kerja yang lebih aman, di seluruh dunia. Standar ISO 45001 ini diharapkan akan membantu bagi organisasi untuk mengurangi beban cedera dan penyakit akibat kerja ini dengan menyediakan kerangka kerja untuk meningkatkan keselamatan karyawan, mengurangi risiko kerja dengan membuat lebih baik kondisi kerja agar lebih aman bagi seluruh dunia.

Standar ISO 45001 dikembangkan oleh ISO melalui ISO/PC 283 Occupational health and safety management systems. Saat ini telah selesai voting dan kembali pada ISO/PC 283 untuk proses perbaikan dengan target publikasi ISO 45001 pada akhir tahun 2017. Pengembangan standar ini mengikuti pendekatan sistem manajemen generik lainnya seperti ISO 14001 dan ISO 9001, selain itu juga memperhitungkan Standar Internasional lainnya seperti OHSAS 18001 yang sebelumnya telah banyak diterapkan sertifikasinya di industri.
Untuk mendukung kegiatan penilaian kesesuaiannya, maka pada pertemuan perkumpulan badan akreditasi dunia (International Accreditation Forum /IAF dan International Laboratory Accreditation Cooperation/ILAC) pada saat 16th IAF-ILAC Joint General Assembly yang dilaksanakan tanggal 26 Oktober – 4 November 2016 di New Delhi, India salah satu resolusi IAF Resolution 2016 Nomor 15 dan 16 telah menyepakati mendukung agar ISO 45001 segera untuk dipublikasi sebagai dokumen normative dan menyepakati periode transisi migrasi sertifikasi OHSAS 18001 ke ISO 45001 selama 3 (tiga tahun) sejak tanggal standar ISO 45001 nanti dipublikasikan.

Sidang IAF tersebut dihadiri oleh wakil dari delegasi Indonesia yaitu Kukuh S. Achmad, Deputi Penerapan Standar dan Akreditasi, Triningsih Herlinawati, Kepala Bidang Akreditasi Sistem Manajemen dan Mahardhika A. Nusantara, Kepala Subbidang Pelaksana Akreditasi Sistem Manajemen Lingkungan.

Sebelum general assembly dilakukan rangkaian kegiatan pembahasan teknis dan menghasilkan kesepakatan antara lain:

a. periode transisi penerapan revisi standar yang akan datang dari ISO 17021-2 akan berlaku 2 (dua) tahun sejak standar dipublikasikan;

b. sebagai rujukan ruang lingkup akreditasi dan pengelompokan sector untuk penyaksian asesmen (witness) Sistem Manajemen Energi adalah pada Tabel 2 area teknis dari ISO 50003:2014 Energy management systems — Requirements for bodies providing audit and certification of energy management systems;

c. dalam rangka dipertimbangkan status akreditasi maka sertifikat dari Lembaga Sertifikasi system manajemen harus menampilkan simbol akreditasi, dan / atau, referensi status akreditasi Lembaga Sertifikasi termasuk identifikasi dari Badan Akreditasi;

d. Disepakati perpanjangan periode penerapan IAF MD 19 IAF Mandatory Document For The Audit and Certification of a Management System operated by a Multi-Site Organization (where application of site sampling is not appropriate) selama 1 (satu Tahun) sampai tanggal 31 March 2018;

e. Disepakati bahwa sepakat bahwa lembaga sertifikasi sistem manajemen:

1. harus melakukan transisi sertifikatnya dengan menyertakan simbol akreditasi,dan / atau, referensi status akreditasi LS termasuk identifikasi Badan akreditasi pada saat keputusan sertifikasi ulang dan paling lambat 6 November 2019;
2. ketika LS diberikan akreditasi awal (untuk standar atau lingkup), pada 6 November 2016, LS harus melakukan transisi (re-issue) sertifikasi yang tidak terakreditasi sebelumnya, dalam waktu satu tahun setelah keputusan akreditasi;
3. harus menerapkan kesepakatan ini untuk semua standar sistem manajemen.

Jika ada pengecualian di atas, maka klien harus menjelaskan menjustifikasi pengecualian tersebut kepada LS dan Badan akreditasi , dan jika diterima baik oleh LS dan Badan Akrreditasi sertifikasi tersebut masih dianggap terakreditasi;

f. Disepakati masa transisi penerapan ISO 17011:2017 adalah 3 (tiga ) tahun sejak standar dipublikasikan.

(KSA, TH) Red. KH

Komentar ditutup
4 visitors online now
4 guests, 0 members
Max visitors today: 46 at 06:07 am UTC
This month: 49 at 04-03-2017 04:23 am UTC
This year: 62 at 01-19-2017 10:15 am UTC
All time: 114 at 02-21-2014 05:58 am UTC